ini adalah tulisan pertama setelah saya memiliki "jabatan" baru.. setelah sekian tahun masa pacaran, akhirnya pada tanggal 16 Oktober 2011 yang lalu, saya dan si mantan pacar resmi menikah... :D
rentetan acaranya sebenarnya dimulai pada tanggal 13 Oktober 2011, yang mana pada hari itu keluarga mantan pacar (sekarang suami, dong, hhehe) datang ke rumah untuk melamar. di Bali, acara itu disebut marerasan / mebaosan. inti acara tersebut adalah keluarga pihak laki-laki datang melamar ke rumah pihak perempuan. acara lamaran ini disertai dengan prosesi tukar cincin.
kemudian, pada tanggal 16 Oktober 2011, acara dilanjutkan dengan yg disebut pengambilan atau mepandik. sesuai namanya, prosesi ini berarti saat keluarga mempelai laki-laki mengambil mempelai perempuan untuk dibawa ke kediaman keluarga laki-laki. pada acara ini, terdapat prosesi yg disebut mungkab lawang, dimana si mempelai laki-laki mengetuk pintu kamar tempat pengantin wanita berada sebanyak tiga kali sambil diiringi oleh seorang malat yang menyanyikan tembang/kidung Bali. isi tembang tersebut adalah pesan yang mengatakan jika pengantin pria
telah datang menjemput pengantin wanita dan memohon agar segera
dibukakan pintu.
begitu tiba di kediaman keluarga laki-laki, prosesi berikutnya adalah upacara mekalan-kalan atau mebiakaon atau natab banten beten. pada prosesi ini, saya dan mantan pacar telah dinyatakan resmi sebagai suami dan istri.
tapi prosesi ga berhenti sampai disitu aja.. masih ada dua prosesi lagi lhooo :D keduanya sudah dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2011. yg pertama namanya upacara pawidiwidanan, dimana inilah hari H pelaksanaan upacara pernikahan kami. jika sebelumnya pada saat mekalan-kalan, hanya keluarga inti saja yang menjadi saksi pernikahan.. maka pada pawidiwidanan ini, selain keluarga inti, juga ada saksi dari lingkungan banjar, pemuka adat, keluarga besar dll.upacara ini berlangsung sejak jam 9 pagi sampai kurang lebih jam 12 siang. kurang lebih jam 2 siang kami semua berangkat ke rumah orang tua saya, untuk melanjutkan prosesi terakhir, yaitu mejauman alias mepamit di merajan saya sebagai pengantin perempuan. ingat kan kalau di Bali menganut paham patrialisme, alias garis keturunan diambil dari pihak laki-laki, sehingga membuat saya akhirnya menjadi bagian dari keluarga besar suami, dan itu berarti saya sudah tidak lagi "tercatat" pada keluarga besar saya.
akhirnyaa... setelah banyak hal yang telah terjadi, prosesi upacara pernikahan itu telah selesai dilaksanakan. kini tinggal memulai lembaran dan "hubungan" yang baru lagi. pasti akan terjadi banyak perubahan, pasti akan ada ketidakcocokan, pasti akan muncul masalah demi masalah... namun saya yakin bahwa yang namanya hidup ga akan jauh-jauh dari apa yang disebut masalah. dan masalah itulah yang akan membawa kita kita proses pembelajaran menjadi manusia yang lebih utuh lagi. kita semua harus bisa melewaati setiap proses itu, tanpa kecuali.
saya minta doanya.. agar kami berdua diberikan kekuatan yg lebih dan lebiiihh lagi untuk menghadapi setiap liku kehidupan ke depannya. semoga kami bisa lulus dari tiap ujian hidup, dan menjadi semakin erat ; semakin kuat ; semakin solid ke depannya. semogaa perjalanan panjang ini selalu akan dijalani berdua.. sampai nantinya bisa nikahin anak cucu jugaaa :D
amiinn....
buat yg pengen tauu rentetan upacara pernikahan ala Hindu Bali, bisa juga dicek ke link di bawah ini yaa :)
ini
ini juga
27.10.11
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 commentaires:
Post a Comment
monggo dikomentari :)